Sabtu, 13 Juni 2009
इवार-iwir
1st floor TEC agak sepi, tapi kali ini bukan keramaian yang aku cari. PC monitor LCd di depanku itu menghubunhkan aku dengan dia, mereka dan juga sesuatu itu. Siang itu aku nge-dial-kan permintaan dia.
Maunya juga mencoba Suramadu dan juga menonton lagi pementasan pamungkas kiaikanjeng. Tapi aku harus sudah berada di rumah rabu malam. Tapi ga papalah.
Gubeng sore itu ramai denagn kedatangan persib mania, aku harus berjubel. Ngantri tiket kelas Volks.
Tiket sudah aku dpatkan. Cewek di sebelahku itu sangat ……..[wahhhhhh], pasti dia juga menunggu kereta yang sama denganku. Posturtnya lebih tinggi dari cewek kebanyakan. Sepertinya dia atlit.
Kemudian, akhghhg………………….!!!!!!!!
Nggak usah diterusin ceritanya aku bisa2 kamu TERTAWAIN
pedalaman
Semula kau berpikir tempat ini mudah dijangkau kendaraan umum, ternya cukup sulut. Untung acara ini sangat terjangkau. Lokasinya bertempat di sebuah daerah yang terletak di tengah tebun kebu. Aku lupa nam desanya tapi nama kecamatan daerah ini adalah Sumobito.
Tuhan maha pemurah, atas bantuan manusia setengah superman[cak Fahim] aku dikenalkan sama orang surabaya yang juga anggota JM, namanya mas agung[semoga nglabeti jadi ageng dan agung].
Rencana disusun matang, sebelum ke Balai Pemuda aku akan nebeng di rumah mas agung. Sambil memikirkan strategi agar aku nanti nggak repot dan nggak ngrepoti[nemen2] aku menyantap makan malam di rumah budayawan MH Ainun Najib, wah……. Ini termasuk my 1st xperien.
Pagi hari aku tiba di surabaya, muter2 dari markas satu ke yang lain. Ukghhh… capek tapi asyik. Pokoknya entah skenario apa ini yang jelas aku banyak belajar banyak mengenai banayak hal.
Mereka adalah orang2 hebat, team work yang tangguh, yang di depan maupun yang di belakan g panggung semua total. Kok bisa…… aku juga harus bisa.
Presiden Balkadaba berlangsung, iringan gamelan Kiaikanjeng mengalun. Ruangan bergaya kolonial itu penuh sesak.
Sungguh eman jika ada orang Surabaya nggak mau mengikuti pagelaran semaca ini, banyak pilihan acara yang bisa dipilih. Toh, bukan di Balai Pemuda saja pementasan semacam itu dilangsungjkan.
Memang benar jika kata Azrul Ananda seharusnya bukan *Sparkling Surabaya* tetapi *Smiling Surabaya.* , tau kenapa…?..... tebak saja sendiri….
Kebun Tebu Saksi Bisu
Akhirnya
Aku pernah mengalaminya di sana, aku benar-benar bisa merasakan apa yang sedang aku lakukan sekarang ini. Sama, benar-benar sama. Hanya sadikit yang berbeda, kali ini aku tidak sendirian. Dan aku mengerjakannya dengan seseorang. Dia memintaku bergantian jika cairan itu sudah keluar itu dari tubuhmya. Ternyata tidak kalah nikmat, meski aku sadar yang ini lebih hitam, tapi aku sangat menikmatinya. Suasana di tengah kebun tebu yang sepi sungguh sangat tepat dengan apa yang aku lakukan bersama dia kepada kulit hitam itu. Rasanya tidak sabar aku ingin segera menggantikannya, aku pun harus memeganginya saat dia yang melakukan itu. Dua buah anunya bisa di bilang lepih padat dari yang biasa melayani aku, meski tak lebih besar.
Perjalanan naik sepeda onthel tua itu pun berakhir di sebuah keramaian, keramaian yang bertempat di sbelah sebuah komplek rumah da masjid. itu terdiri dari masjid dan ada lima bangunan yang tertata di sekitarnya. Aku segera menuju sebuah bangunan setelah cak fahim menyandarkan sepedanya. Banguanan itu mempunyai ruangan yang dikhususukan untuk menginap. Bersebelahan langsung dengan joglo. Semakin malam Komplek suasana semakin ramai.
Sambil menunggu acara dimulai aku berjalan –jalan di sekeliling area ini, tak lama kemudian kedua orang yang berasal dari daerahku itu datang, saidun dan husen. Karena husenlah saidun kenal tempat ini dan karena saidunlah aku bisa samapi di sini, semua seperti kebetulan, tetapi rasa*ingin* itu telah ada.
Kami makan mie nertiga tanpa fahim, dia pamit pulang dahulu, setelah itu kami makan juga tahu yang diolesi dengan semacam saus manis, di tempat yang berbeda. Suara le orang tadarus qur’an terdengar, kami segera ke sana, duduk di dalam joglo. Di sana ada beberapa orang yang duduk di tempat yang agak tinggi, merka bergantian membaca ayat ayat suci itu, sati orang yang bercelana kombor itu lebih merdu dinanding yang lain, saat aku belum sempat bertanya siapa dia, saidun berbiasik kepadaku
“Dia vokalisnya kiaikanjeng”
Setelah beberapa saat, akhirnya dia muncul juga. Seseorang yang menjadikan Novia Kolopaking menjadi istrinya itu bernaju putih dan sarung putih pula. Mataku memandanginya terpisah tidak lebih dari panjang tubuh orang 20 tahun.
Semua kieinginan jika kita tidak berhenti berusaha meraihnya pasti hal itu aka kita dapatkan.
Myday myday
Urusan makan beres, urusan yang itu nggak ada masalah tapi kalo urusan mandi…… ya kudu antri. Pukul 9.00 aku belum mandi, kalo yang udah mandi mereka langsung cabut ke undar. Karena di sana ada….???....[baca aja radar jombag what’s happened there on 7th june 09].
Aku pun juga nyampe sana, MOLOR…….
Aku duduk paling depan sebelum kursi yang terdepan berada di sisi kanan berbatasan langsung denaga AMBALAT, eh salah, maksudnya bersebelahan langsung denga wong2 wadon.
Mataku kethap-kethip sat acara berjalan paroh waktu, aku pun rela melakukan violance act kepada diriku sendiri, itu juga nggak berhasil mengusir rasa ngantuk. Sampai akhirnya……..*ma’ thekluk* aku kaget setengah pingsan. Doa yang langsung ku ucapkan Semoga Hanya Jibril Dan Allah Saja Yang Mengetahui .
Entah sudah berapa ahad yang telah aku lalui tanpa hal-hal seprti teman2, minggu selalu membuatku semakin kemenk. Hari yang seharusnya dijadikan waktu istirahat justru di hari ini aku full time ada kegiatan, tapi memang hidup harus seperti ini.
So, Sunday is not my dayn but MYDAY MYDAY MYDAY
I DON’T LIKE MONDAY
I DON’T LIKE SUNDAY
Kebun Tebu Saksi Bisu
Akhirnya
Aku pernah mengalaminya di sana, aku benar-benar bisa merasakan apa yang sedang aku lakukan sekarang ini. Sama, benar-benar sama. Hanya sadikit yang berbeda, kali ini aku tidak sendirian. Dan aku mengerjakannya dengan seseorang. Dia memintaku bergantian jika cairan itu sudah keluar itu dari tubuhmya. Ternyata tidak kalah nikmat, meski aku sadar yang ini lebih hitam, tapi aku sangat menikmatinya. Suasana di tengah kebun tebu yang sepi sungguh sangat tepat dengan apa yang aku lakukan bersama dia kepada kulit hitam itu. Rasanya tidak sabar aku ingin segera menggantikannya, aku pun harus memeganginya saat dia yang melakukan itu. Dua buah anunya bisa di bilang lepih padat dari yang biasa melayani aku, meski tak lebih besar.
Perjalanan naik sepeda onthel tua itu pun berakhir di sebuah keramaian, keramaian yang bertempat di sbelah sebuah komplek rumah da masjid. itu terdiri dari masjid dan ada lima bangunan yang tertata di sekitarnya. Aku segera menuju sebuah bangunan setelah cak fahim menyandarkan sepedanya. Banguanan itu mempunyai ruangan yang dikhususukan untuk menginap. Bersebelahan langsung dengan joglo. Semakin malam Komplek suasana semakin ramai.
Sambil menunggu acara dimulai aku berjalan –jalan di sekeliling area ini, tak lama kemudian kedua orang yang berasal dari daerahku itu datang, saidun dan husen. Karena husenlah saidun kenal tempat ini dan karena saidunlah aku bisa samapi di sini, semua seperti kebetulan, tetapi rasa*ingin* itu telah ada.
Kami makan mie nertiga tanpa fahim, dia pamit pulang dahulu, setelah itu kami makan juga tahu yang diolesi dengan semacam saus manis, di tempat yang berbeda. Suara le orang tadarus qur’an terdengar, kami segera ke sana, duduk di dalam joglo. Di sana ada beberapa orang yang duduk di tempat yang agak tinggi, merka bergantian membaca ayat ayat suci itu, sati orang yang bercelana kombor itu lebih merdu dinanding yang lain, saat aku belum sempat bertanya siapa dia, saidun berbiasik kepadaku
“Dia vokalisnya kiaikanjeng”
Setelah beberapa saat, akhirnya dia muncul juga. Seseorang yang menjadikan Novia Kolopaking menjadi istrinya itu bernaju putih dan sarung putih pula. Mataku memandanginya terpisah tidak lebih dari panjang tubuh orang 20 tahun.
Semua kieinginan jika kita tidak berhenti berusaha meraihnya pasti hal itu aka kita dapatkan.
Myday myday
Urusan makan beres, urusan yang itu nggak ada masalah tapi kalo urusan mandi…… ya kudu antri. Pukul 9.00 aku belum mandi, kalo yang udah mandi mereka langsung cabut ke undar. Karena di sana ada….???....[baca aja radar jombag what’s happened there on 7th june 09].
Aku pun juga nyampe sana, MOLOR…….
Aku duduk paling depan sebelum kursi yang terdepan berada di sisi kanan berbatasan langsung denaga AMBALAT, eh salah, maksudnya bersebelahan langsung denga wong2 wadon.
Mataku kethap-kethip sat acara berjalan paroh waktu, aku pun rela melakukan violance act kepada diriku sendiri, itu juga nggak berhasil mengusir rasa ngantuk. Sampai akhirnya……..*ma’ thekluk* aku kaget setengah pingsan. Doa yang langsung ku ucapkan Semoga Hanya Jibril Dan Allah Saja Yang Mengetahui .
Entah sudah berapa ahad yang telah aku lalui tanpa hal-hal seprti teman2, minggu selalu membuatku semakin kemenk. Hari yang seharusnya dijadikan waktu istirahat justru di hari ini aku full time ada kegiatan, tapi memang hidup harus seperti ini.
So, Sunday is not my dayn but MYDAY MYDAY MYDAY
I DON’T LIKE MONDAY
I DON’T LIKE SUNDAY
TERNYATA
Wuih…. Setelah Lama tidak pernah naik bus malam ini kesamapian juga akhirnya. Meski aku harus rela berdiri umpel-umpelan, namanya juga bus waktu pas belok serong….kanan serong kiri…….. hahaha…..
Perjalanan naik kereta dari banyuwangi menuju kota penghasil orang nomor satu berjalan lancar. Ada juga sih beberapa kendala teknis semisal aku ga bawa charger hp, sementara hpku ini termasuk hp yang anunya kecil jadi ga mampu kalu harus dimasuki anunya teman2 yang kebanayakan besar2.
Sambil duduk di trotoar aku nggayemi krupuk rambak pemberian temannya temanku[aku kesini bareng seorang teman, trus kita mampir di mojokerto dulu]. Malam minggu di depan stasiun jombang ini sangat ramai.
Setellah nunggu beberapa saat yang agak lama akhirnya mereka datang juga. Kita melaju langsung ke rumah kontrakan rekan rojif[wartawan radar jogja] yang juga menjadi direktur SCC jawa timur.
Satu fakta yang harus diketahui manusia indonesia
TERNYATA ORANG JOMBANG KALO URUSAN MAKN NGGAK KALAH SAMA YANG DARI BAYUWANGI, BAHKAN LEBIH KOTHOP…..
Lalu aku pun tertidur
Langganan:
Postingan (Atom)
